13 Juni 2009

Affair, Apapun Namanya


Saya tidak bisa memahami bagaimana poligami bisa dijalankan. Bagaimana perasaan diduakan bisa dieliminir? Buat saya, perasaan diduakan macam ini akan secara signifikan dan drastis menurunkan kadar penghargaan pada diri sendiri. Hasilnya, minder stadium 4. Kalau mau disembuhkan, setidaknya perlu waktu yang tidak sedikit. Tidak sepadan.


Maafkan saya, kalau saya hanya mampu berpikir sampai di situ. Bahwa hubungan perasaan cinta harusnya hanya tektok pada 2 pihak. Tentu saja saya tidak sedang membicarakan cinta pada keluarga, pada orangtua, pada teman, atau pada sahabat. Saya hanya bisa membayangkan, ketika orang memutuskan untuk mencintai orang lain dan membina hubungan dengannya, maka selayaknya ia tidak akan menumbuhkan cinta serupa pada orang lain. Entah kepada mantan pacar atau selingkuhan, termasuk pada bentuk yang berdasarkan kesenangan dan kenyamanan pribadi. Apalagi kalau menyangkut hubungan fisik. Maaf, saya harus menyebutnya tidak setia, selingkuh, atau mungkin berkhianat. Maaf.


Maafkan saya kalau yang saya bayangkan tentang hubungan percintaan adalah dua orang yang saling menjaga perasaan, saling menumbuhkan kasih sayang, saling memberi perhatian SATU sama lain. Kalau ada rasa comfort yang muncul di dalamnya, harusnya itu unik. Harusnya kedua orang itu tidak berupaya membentuk rasa comfort serupa dengan yang lain, siapapun juga. Kalau yang satu sesekali berhalangan (karena satu dan lain hal yang crucial macam pekerjaan) memberi rasa comfort pada yang lain, harusnya yang lain bersedia menjalani itu. Bukan mencari pengganti untuk mengisi kekosongan itu. Sebab sesekali di waktu yang lain pasti akan berlaku sebaliknya. Sense of sacrificing. Bukankah itu juga esensi berhubungan?


Maafkan saya, kalau saya berasumsi bahwa yang saya paparkan ini adalah sesuatu yang cukup sederhana dalam membina hubungan. Yang saya asumsikan bahwa semua orang telah memahaminya, walaupun tidak pada kenyataannya.


Maafkan saya. Sekali lagi maafkan saya..



20 April 2009

Anyar Tapi Lawas

Ini kali ke tiga. Mencintai orang yang salah. Serasa ada tujuh bintang dan tujuh lilin berputar-putar melayang di sekitar kepala. Kerlap-kerlip sempoyongan. Banyak hal yang kembali terkuak. Sedih juga…


Ini kali ke tiga. Mencintai orang yang salah. Salah mencintai? Salah orang? Salah perasaan? Salah semuanya? Salah siapa? Salah bagaimana? Mesti gimana?


Kasus baru yang lama ini untuk sementara bisa dicover oleh cara baru yang lama. Mengganti semua jenis tone pada HP. Satu lagu untuk ringing tone, satu lainnya untuk sms tone, dan yang lain lagi untuk alarm tone.


Sensasi lama tapi baru… Lumayan


Mencintainya? Tetap dong sih… Monggo diliat besok!!